Connect with us

Berita

PEMUDA MASIH APATIS TERHADAP POLITIK ; DIABAIKAN ATAU DIRANGKUL?

Published

on

Oleh: M.Yefry Rinaldi/Fungsionaris DPP Partai Demokrat dan Wasekjen 1 FKKGD

 

SEORANG pemimpin revolusioner sekaligus presiden pertama kita, Ir. Soekarno pernah mengatakan “Berikan aku 1000 orang tua, maka akan aku cabut semeru dari akarnya dan berikan aku 10 pemuda maka akan aku guncangkan dunia”. Hal tersebut menunjukkan peran pemuda, sebagai generasi pernerus bangsa yang sangat diharapkan dapat mengubah dunia, terkhususnya Indonesia.

Secara tidak langsung juga, ini merupakan pedoman bahwa untuk mengubah Indonesia melalui politik, maka diperlukan keterlibatan remaja. Sebagaimana politik memiliki tujuan mulia untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat umum serta bagian penting dari mekanisme ketatanegaraan dalam menyelesaikan permasalahan suatu negara.

Realitas sosial yang hadir menunjukkan kondisi politik nasional mengalami keterpurukan. Hal tersebut berdasarkan temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengenai kondisi politik di Tanah Air. LSI mencatat, hanya 20,9 % responden yang menyatakan situasi perpolitikan Indonesia berada dalam kondisi baik, adapun 2,0 % lainnya menilai sangat baik, dan 34,2 % menyatakan sedang atau normatif. Sementara itu, jumlah responden yang melihat kondisi politik Indonesia kini memburuk mencapai 27 %, sangat buruk 6,8 %, dan jawaban tidak tahu kondisi politik mencapai 9,0 %.

Kondisi keterpurukan dunia perpolitikan nasional merupakan pekerjaan rumah tidak hanya bagi pemerintah namun masyarakat secara umum, khususnya generasi muda. Sebagaimana remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus ikut andil dalam mempertahankan politik sebagai salah satu alternatif solusi dalam mekanisme ketatangeraan untuk memecahkan problema nasional di kemudian hari.

Proses penanaman nilai politik khususnya nilai-nilai demokrasi kepada generasi bangsa sudah dilakukan sejak dini. juga saat menyampaikan kritikan dan aspirasi dalam berbagai hal, merupakan bagian dari kegiatan berbau politik yang sudah sering dilakukan remaja

Namun, yang menjadi masalah adalah kurangnya partisipasi remaja dalam kesadaran berpolitik dan cenderung apatis karena sebagian besar beranggapan bahwa politik itu hanya untuk generasi tua yang hanya memperebutkan kursi di pemerintahan, politik uang, penunjang popularitas dan lebih parahnya lagi politik itu adalah sesuatu yang kotor dan salah.

Pada Pemilu 2014 saja, jumlah pemuda yang mempunyai hak pilih bisa mencapai 40 – 42%. Coba saja bayangkan jika angka sebegitu besarnya menjadi golput? Sebagaimana rilis yang juga di keluarkan oleh Indonesian Future Leaders (2016) angka pemuda memasuki persentase 30% dari total hak pilih yang terdaftar, tentu saja bukan jumlah yang sedikit. Bahkan, Indonesian Future Leaders juga merilis bahwa 53% dari total pemilih pemuda masih apatis terhadap proses politik yang ada. Sungguh miris bukan?

Dari fakta tersebut, bukan berarti remaja dijauhkan dari politik, justru hal itu seharusnya dijadikan penyemangat bagi remaja guna mencapai tujuan berpolitik yang benar. Solusinya ialah bagaimana ruang publik dan berbagai forum pendidikan politik yang baik bagi remaja harus terus digiatkan dengan kompetensi yang mudah dimengerti. Sehingga sedari dini, remaja sudah mengetahu nilai-nilai politik dan nantinya remaja dapat merevitalisasi ataupun mengubah kondisi politik di Indonesia, menjadi politik yang emas.

Menurut pandangan saya bahwa kaderisasi melalui partai politik ke depan akan sangat dibutuhkan sebagai ujung tombak perubahan budaya dan kepemimpinan politik di Indonesia. Karena sebuah tatanan negara yang demokratis harus menyediakan dan dalam faktanya membutuhkan partai politik. Partai politik mestinya harus mampu memberikan pendidikan politik kepada para kadernya baik yang sudah tua, maupun yang masih muda. Dalam hal ini, yang paling penting diberikan bimbingan yaitu remaja, sebagai generasi muda Indonesia, untuk menuju perubahan politik Indonesia yang lebih baik, sebagaimana politik emas yang menjadi dambaan bumi pertiwi kita sejak dulu.

Jika generasi ini tidak dibimbing supaya berpolitik yang benar, mereka bisa terjebak dalam tindakan yang tidak baik, maka tak dapat dipungkiri bahwa generasi emas bangsa akan sia-sia begitu saja. Mereka perlu diolah dan dipupuk agar berguna bagi nusa bangsa. Mereka bisa saja tersesat dalam pikiran salah bahwa kekuasaan sekedar demi mencari popularitas, agar dipandang hebat atau ditakuti oleh orang-orang.

Misalnya saja sekarang, banyak remaja yang menggunakan narkoba, menghina orang tuanya, menyuap guru ataupun dosennya, melakukan aksi bullying, tawuran dan masih banyak lagi. Karena itu, pendidikan politik yang baik benar-benar dibutuhkan generasi muda sebagai antisipasi dari kemungkinan buruk tersebut.

Dengan pendidikan politik, menjadikan remaja menjadi lebih dewasa, sehingga menciptakan rasa kepedulian. Sebagaiman politik sesungguhnya berkaitan dengan urusan orang banyak, maka akan tercipta kepedulian sosial remaja dalam membela kepentingan umum, serta membangun rasa tanggung jawab, karena politik berhubungan dengan kekuasaan yang harus dipertanggungjawabkan.

Sehingga kelak setelah dewasa, remaja mampu menjadi pemimpin yang amanah karena sebelumnya sudah berpengalaman. Saat itu, para remaja sudah dapat menentukan siapa pemimpin politik negara yang memang layak bahkan menjadi pemimpin negara, atau menunjuk wakil rakyat di DPR atau menjadi bagian dari DPR itu sendiri dan masih banyak lagi. Peran politik yang demikian besar itu perlu dibekali dengan pendidikan dan pengalaman politik sejak usia muda.

Kesadaran berpolitik remaja bukan saja berkaitan dengan tujuan pencerdasan generasi muda, tapi juga menyadarkan mereka tentang amanah kepemimpinan bangsa di masa depan. Remaja diharapkan berani bicara politik dan masyarakat pun harus menghargainya. Ini akan menjadi proses pencerdasan politik yang efektif di kalangan anak muda. Saatnya, politik disebut sebagai karakter anak gaul bukan? Remaja hendaknya peka dengan kondisi sosial politik serta berani melakukan aksi-aksi damai demi membangun sebuah partai politik baru yang emas.

Partai politik baru dalam artian ini, dengan terbina dan terlibatnya remaja dalam dunia politik, akan menjadi landasan partai politik lama untuk merevitalisasi sistemnya, ataupun mendorong terbentuknya partai politik baru yang emas demi kemajuan Indonesia kedepannya, mengingat Indonesia sedang dilanda keterpurukan politik saat ini.

Oleh karena itu, sudah sangat jelas betapa remaja sangat penting untuk terlibat dalam politik. Merekalah yang akan menjadi pemimpin dan penerus bangsa ini di masa yang akan datang. Diperlukan bimbingan dan pelatihan yang mengasah kesadaran politik sejak usia dini . Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana melibatkan para remaja dalam politik yang sehat, yang mencerdaskan, membangun jiwa kepemimpinan, sehingga nantinya generasi emas ini dapat merevitalisasi ataupun mendorong terciptanya politik yang emas. ***

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Selly-Manan Akan Lengkapi Pusat Kuliner Ikan Di Mataram Dengan Sarana Toilet Portable

Published

on

By

NUSA TENGGARA BARAT, WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Kota Mataram nyaris tak punya ikon pariwisata alam yang wow, seperti di daerah Kabupaten lainnya di NTB. Kawasan pantai di sekitar Loang Baloq hingga pantai Gading, Kecamatan Sekarbela, pun menjadi satu-satunya tumpuan pariwisata pantai di ibukota NTB ini.

Meski sudah mulai berkembang sebagai pusat kuliner ikan bakar dan seafood, namun penataan ruang, kebersihan, dan kelengkapan sarana penunjang di kawasan pantai ini masih sangat kurang. Salah satunya adalah sulitnya menemukan fasilitas toilet umum di pantai ini, dan juga ruas jalan dimana banyak kedai kuliner berjajar.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan berencana menggagas pengembangan wisata pantai yang bersih dan nyaman di Kota Mataram. Karena itu, pasangan kuat yang diusung koalisi PDIP dan PKS ini akan memulainya dengan melengkapi sarana toilet portable di kawasan pantai tersebut.

“Kami turun ke lapangan, melihat bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan potensi kuliner ikannya di pantai ini. Tapi ada keterbatasan toilet yang seringkali menjadi keluhan pengunjung. Nah, kami Selly-Manan akan berbuat dengan melengkapi sarana toilet portable, secara bertahap,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani , Rabu (5/8).

Menurutnya, unit toilet portable akan disalurkan ke kelompok nelayan atau kelompok usaha masyarakat di kawasan pantai dan juga ruas jalan sepanjang Loang Balog hingga Pantai Gading.

Unit toilet portable itu nantinya kemudian akan dikelola oleh kelompok masyarakat sebagai toilet umum bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Pengunjung bisa dikenai biaya Rp2000 untuk mengunakan toilet, uang yang terkumpul bisa digunakan kelompok pengelola untuk pemeliharaan.

Selly mengatakan, hal ini dilakukan bukan sekadar untuk menyediakan fasilitas kebersihan untuk wisatawan, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesadaran pola hidup bersih di tengah masyarakat pesisir.

“Sehingga pengunjung dan wisatawan yang datang untuk menikmati kuliner ikan, juga bisa nyaman. Sebab kadang kala tidak enak juga saat ingin ke toilet, tapi fasilitasnya tidak tersedia, ini bisa mengurangi kesan,” tukasnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengatakan, potensi wisata di Kota Mataram memang hanya bisa dikembangkan dengan konsep pariwisata buatan, atau pariwisata alam yang benar-benar digenjot kelengkapannya. Jika tidak, tentu Kota ini akan terus kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan dengan Kabupaten/Kota lainnya di NTB.(RED/AJ)

PENULIS : MUHFAD

Continue Reading

Berita

PRESIDEN JOKOWI MENEGASKAN PILKADA 9 DESEMBER 2020 MENDATANG MOMENTUM BARU DALAM PELAKSANAAN PILKADA

Published

on

By

WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Pilkada serentak akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang harus memenuhi dua hal.

Pertama, harus berjalan secara demokratis, luber (langsung, umum, bebas, rahasia) dan jurdil (jujur, adil).

Kedua, di tengah situasi pandemi seperti saat ini, keselamatan dan keamanan dari Covid-19 harus menjadi perhatian utama. Penerapan protokol kesehatan harus diterapkan secara konsisten untuk mencegah munculnya klaster penularan baru saat Pilkada serentak berlangsung.

Selain itu, penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi ini dapat menjadi sebuah momentum baru untuk melahirkan sekaligus menampilkan cara-cara dan terobosan baru dalam pelaksanaan Pilkada, baik dari sisi penyelenggara maupun pesertanya.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi pada hari ini Rabo, 5 Agustus 2020 di Jakarta. (Red/Aj)

Penulis : Boy Arsa

Continue Reading

Berita

Rakor “Sosialisasi dan Field Check ENC TSS Selat Lombok” Digelar Di Atas KRI Diponegoro

Published

on

By

WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. dan Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. , didampingi Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Rachmad Jayadi dan Asops Koarmada II Kolonel Laut (P) Haris Bimo Bayu Seto menghadiri rapat koordinasi (Rakor) “Sosialisasi dan Field Check ENC TSS Selat Lombok” yang digelar di atas KRI Diponegoro-365, saat bertolak dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (4/8).

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar 5 jam itu, turut dilibatkan KRI Gulamah-869 hingga ke Selat Lombok yang terletak di jalur lalu lintas kapal yang dikategorikan sebagai ALKI II, merupakan jalur lalu lintas internasional yang memiliki kepadatan tinggi karena keberadaan kawasan wisata di sekitarnya. Berdasarkan data terakhir, rata-rata setiap tahunnya melintas lebih dari 33 ribu unit kapal dengan draft yang dalam tujuan Australia mengambil jalur Selat Lombok sebagai rute berlayar.

Dengan kepadatan lalu lintas laut di area ini, pemberlakuan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Lombok (sejak 1 Juli 2020) diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan bernavigasi bagi kapal-kapal yang berlayar di sepanjang alur tersebut. Bahkan telah dilaksanakan rangkaian kegiatan untuk mendukung kesiapan seluruh infrastruktur keselamatan navigasi, berupa rapat koordinasi (rakor) dan sejumlah kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah terkait bidang kemaritiman seperti, Kemenkomar, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Polairud, Basarnas, KSOP dan TNI AL.

Setiap lembaga tersebut secara aktif menyiapkan diri demi suksesnya penerapan TSS di ALKI II Selat Lombok. Hal ini merupakan salah satu bentuk nyata dan peran aktif TNI AL dalam mengawal kepentingan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perairan ALKI II Selat Lombok.

Selain itu juga merupakan media TNI AL dalam hal ini Koarmada II sebagai pengampu wilayah perairan wilayah ALKI II dan Pushidrosal sebagai pembuat peta laut untuk memastikan produk peta laut yang digunakan oleh kapal-kapal yang berlayar di area ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kapushidrosal menyampaikan, penetapan TSS di perairan Selat Sunda dan Selat Lombok akan meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan navigasi pelayaran serta perlindungan lingkungan laut di sekitarnya.

“Selat Lombok adalah bagian dari empat choke-point yang terletak di Indonesia selain Selat Sunda, Selat Malaka dan Selat Makassar sebagai jalur pelayaran internasional dari sembilan choke-point yang ada dunia. Selain itu, keberadaan TSS akan mempermudah pemantauan lalu lintas pelayaran yang melewati dua dari sembilan choke-point dunia tersebut,” kata Kapushidrosal.

Sebelum diadopsinya TSS oleh IMO pada Sidang sesi ke-101 Maritime Safety Committee (10 Juni 2019), Pushidrosal telah mempersiapkan rencana penetapan TSS tersebut dengan melaksanakan survei hidrografi pada tahun 2016 hingga 2017 di Selat Sunda dan Selat Lombok. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kepulauan (archipelagic state) pertama di dunia yang memiliki bagan pemisahan alur laut atau TSS di alur laut kepulauan Indonesia.

Sebelumnya Indonesia bersama Malaysia dan Singapura telah memiliki TSS di Selat Malaka dan Selat Singapura, namun TSS di Selat Malaka dan Selat Singapura tersebut berbeda pengaturannya, karena dimiliki oleh tiga negara. Sementara untuk TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok hanya Indonesia yang memiliki wewenang untuk pengaturannya.

Kapushidrosal menambahkan bahwa, cakupan 100 persen dari survei hidrografi dilakukan untuk memberikan kategori ketelitian tinggi yang dibutuhkan untuk navigasi yaitu Category Zone of Confidence (CATZOC) serta mendukung kebutuhan data guna proses pengkajian dan desain TSS. Salah satu kajian yang disiapkan sebagai pra-syarat proposal ke IMO dibuat dalam bentuk analisis risiko TSS menggunakan IWRAP (IALA Water Risk Assessment Program) yang dilaksanakan oleh tim teknis delegasi Indonesia yang terdiri dari K/L terkait khususnya Ditjen Perhubungan Laut dan telah disetujui oleh IMO dhi Sub-Committee Navigation, Communication, Search and Rescue pada Januari 2019.

Terkait hal ini, Pangkoarmada II siap mendukung dengan menghadirkan beberapa kapal perang yang akan dioperasikan di sepanjang ALKI tersebut. Selain menggelar operasi penegakan kedaulatan dan operasi penegakan hukum serta memberikan rasa aman bagi mereka yang menggunakan jasa laut untuk transportasi.

“Kami hadir untuk mengamankan seluruh perairan yurisdiksi nasional, di mana Koarmada II wilayah kerjanya di Indonesia bagian tengah. Selain KRI juga akan dibackup beberapa kapal Angkatan Laut lainnya, mengingat jalur ALKI II ini cukup panjang dari Laut Sulawesi hingga Selat Lombok,” jelas Laksda Heru Kusmanto.

Turut hadir, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, SE, Ditopssurta Kolonel Laut (P) Haris Djoko Nugroho, MSi, Dispeta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana Pribadi, SH, MM, Disinfolahta Letkol Laut (KH) Stepanus H. Kristianto, SS, Disprodisi Lettu Laut (P) Satrio Tegas Wicaksono, BEng.

Termasuk, CEO dan GM Pelindo III Benoa diwakili Recky Julius Uruila (Manager Regional Pelayanan Kapal), Kadisnav Benoa Saham Amir Syarif, GM PT ASDP Padangbai diwakili Salim Tohari (Operator STC ASDP Padangbai), Ka KSOP Kelas II Benoa diwakili Mustajib (Kasi Syahbandar), Ka KSOP Kelas II Lembar HM Junaidin, Ka KSOP Kelas IV Padangbai diwakili Samuel, Ka Badan SAR Denpasar Gede Darmada, dan sejumlah pejabat terkait.

PENULIS : BENI
EDITOR : AJ

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakposmataram.com