Connect with us

Berita

Mi6 : Adu Kuat Para Elit Politik di Pilkada Serentak Tiga Daerah NTB

Published

on

Foto : Bambang Mei Finarwanto SH. (Direktur M16)

MATARAM, WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Mi6 memprediksi Pilkada Serentak di kota Mataram, Loteng dan Sumbawa Besar akan berlangsung seru dan anti klimaks. Hal ini karena semuanya akan ‘dipertaruhkan’ demi mempertahankan prestise dan marwah politik. Maka tak heran jika nanti Adu Kuat Elit yang ‘bertarung’ penuh dengan kejutan di akhir ronde.

Sementara itu jelang masa pendaftaran calon di KPU awal September mendatang, konfigurasi dan bloking Parpol makin mengerucut front Politiknya. Hal yang menarik diamati misalnya koalisi taktis PDIP dan PKS di kota Mataram dan kabupaten Bima yang tidak boleh dianggap ‘biasa’ karena pasti ada effort maupun rencana strategisnya, tidak hanya sekedar pertimbangan pragmatis semata.

Dilain sisi Parpol Besar lainnya, semisalnya Partai Gerindra nampaknya cenderung ingin membangun koalisi politik sendiri sebagai anti tesa mengimbangi blok politik Parpol lain. Agaknya Partai Gerindra sadar , momentum Pilkada Serentak di tujuh kabupaten/kota merupakan tolok ukur/ test case kekuatan mesin Partai sekaligus prepare diawal guna kepentingan strategis kedepannya.

Demikian Analisis Politik Mi6 menyikapi dinamika Pilkada Serentak di NTB , khususnya di Mataram , Loteng dan Sumbawa Besar melalui siaran pers yg disampaikan ke media, Jumat, 31 Juli 2020.

Menurut Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH mengapa bobot Pilkada Serentak di Mataram , Lombok Tengah dan Sumbawa Besar dipandang memiliki kelebihan dibanding Pilkada di kabupaten lain di NTB ?. Hal ini tentu tidak terlepas dari posisi wilayah yang dianggap memiliki nilai strategis , termasuk dari sisi geopolitiknya .

“Selain itu tidak kalah pentingnya yakni *Uniform* para elit politik yang bertarung di wilayah tersebut mencerminkan kapasitas dan power politik yg dimilikinya ,” kata pria yg akrab disapa didu ini.

Didu melanjutkan dari sisi geopolitik , Pilkada Sumbawa Besar misalnya, harus diakui menjadi seksi dan menarik karena ada paslon Mo – Novi, dimana papan duanya adalah adik kandung Gubernur NTB , Dr Zul yang juga Ketua Tim Pemenangan Pilkada se NTB dari PKS. Pilkada ini bisa jadi sebagai *test lapangan* untuk mengukur resonansi power politik dan pengaruh Dr Zul sebagai brands image dan vote getter Paslon Mo – Novi.

“Dr Zul jelas tidak akan membiarkan begitu saja Mo – Novi karam diakhir ronde. Ia pasti akan menggerakkan simpul2 jaringan pemenangannya yg sudah teruji di Pilgub NTB 2018 itu utk memback up Mo Novi,” kata pria tambun yg mantan ED Walhi NTB sembari mengatakan kekalahan Mo – Novi secara politik akan mengurangi legitimasi politik kekuatan Dr Zul dikandangnya sendiri yang implikasi bisa kemana mana seperti efek domino.

Dilain sisi calon rival Mo Novi seperti Jarot – Mukhlis yg diusung Gerindra – PAN, Nurdin – Burhanudin Jafar Salam yang konon bakal didukung PPP dan Demokrat ataupun Paslon Independen yg lolos, tentu tidak ingin dipecundangi dengan mudah oleh rivalnya. Mereka pasti memberikan perlawanan all out menarik simpati pemilihnya. Apalagi kekuatan para paslon yg bertarung itu rata – rata mewakili keberimbangan zona wilayah yang berpengaruh kepada peta dukungan pemilih paslon.

“Pemenang Pilkada Sumbawa Besar ini mudah ditebak yakni , Siapa yang rajin door to door, tidak memiliki resistensi sosial dan terakhir pandai mengambil hati dan maksud para vote getter dan konstituennya. Itulah pemenang yang sejatinya ,” tambahnya.

*Konstelasi Lombok Tengah*

Sementara itu konstelasi jelang Pilkada Lombok Tengah , selain kekuatan blok politik petahana , menarik diamati adalah manuver yg dimainkan oleh politisi muda dari parpol yg jumlah kursinya di parlemen kecil. Sadar atas hal tersebut, PDIP dan Nasdem membuat aliansi politik untuk menaikkan posisi tawarnya.

“Agaknya jaringan Politisi Muda ini ingin mengirimkan pesan politik untuk bersiap melakukan perubahan yang elementer lewat calon yg diusung,” urainya

Selain itu didu menyoroti manuver politik taktis yg dimainkan oleh PKB yang diprediksi akan berkoalisi dengan PKS. Jika persekutuan politik PKB dan PKS terjadi, maka baru pertama dlm sejarah Pilkada di Loteng PKB dan PKS satu front sekaligus menjadi partai pengusung utama calon. Dengan kekuatan 12 Kursi di Parlemen, baik PKB dan PKS memenuhi syarat mengajukan calon yg diusung ke KPU.

” Aliansi PKB dan PKS ini harus dimaknai sebagai bentuk power sharing yang benar. Berbagi kekuatan untuk saling dukung dan memenangkan jagoannya dimasing-masing wilayah,” kata didu.

Lebih jauh didu menambahkan, Momentum Pilkada Loteng ini akan dijadikan out look PKB ataupun PKS untuk merubah image atau sterotype bahwa asumsi selama ini menganggap mereka underdogs , tidak memiliki kekuatan maupun resources yg kuat guna memenangi gelaran Pilkada.

“Ketua DPW PKB NTB, HL Hadrian Irfani maupun Ketua Tim Pemenangan PKS , Dr Zul tentu memiliki kalkulasi politik tersendiri melawan opini yang asumtif tersebut untuk memenangkan calonnya menaklukan rival politiknya di arena kontestasi Pilkada Loteng ,” Pungkasnya.

Redaksi : Aj

Penulis : Muhfad

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Selly-Manan Akan Lengkapi Pusat Kuliner Ikan Di Mataram Dengan Sarana Toilet Portable

Published

on

By

NUSA TENGGARA BARAT, WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Kota Mataram nyaris tak punya ikon pariwisata alam yang wow, seperti di daerah Kabupaten lainnya di NTB. Kawasan pantai di sekitar Loang Baloq hingga pantai Gading, Kecamatan Sekarbela, pun menjadi satu-satunya tumpuan pariwisata pantai di ibukota NTB ini.

Meski sudah mulai berkembang sebagai pusat kuliner ikan bakar dan seafood, namun penataan ruang, kebersihan, dan kelengkapan sarana penunjang di kawasan pantai ini masih sangat kurang. Salah satunya adalah sulitnya menemukan fasilitas toilet umum di pantai ini, dan juga ruas jalan dimana banyak kedai kuliner berjajar.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan berencana menggagas pengembangan wisata pantai yang bersih dan nyaman di Kota Mataram. Karena itu, pasangan kuat yang diusung koalisi PDIP dan PKS ini akan memulainya dengan melengkapi sarana toilet portable di kawasan pantai tersebut.

“Kami turun ke lapangan, melihat bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan potensi kuliner ikannya di pantai ini. Tapi ada keterbatasan toilet yang seringkali menjadi keluhan pengunjung. Nah, kami Selly-Manan akan berbuat dengan melengkapi sarana toilet portable, secara bertahap,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani , Rabu (5/8).

Menurutnya, unit toilet portable akan disalurkan ke kelompok nelayan atau kelompok usaha masyarakat di kawasan pantai dan juga ruas jalan sepanjang Loang Balog hingga Pantai Gading.

Unit toilet portable itu nantinya kemudian akan dikelola oleh kelompok masyarakat sebagai toilet umum bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Pengunjung bisa dikenai biaya Rp2000 untuk mengunakan toilet, uang yang terkumpul bisa digunakan kelompok pengelola untuk pemeliharaan.

Selly mengatakan, hal ini dilakukan bukan sekadar untuk menyediakan fasilitas kebersihan untuk wisatawan, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesadaran pola hidup bersih di tengah masyarakat pesisir.

“Sehingga pengunjung dan wisatawan yang datang untuk menikmati kuliner ikan, juga bisa nyaman. Sebab kadang kala tidak enak juga saat ingin ke toilet, tapi fasilitasnya tidak tersedia, ini bisa mengurangi kesan,” tukasnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengatakan, potensi wisata di Kota Mataram memang hanya bisa dikembangkan dengan konsep pariwisata buatan, atau pariwisata alam yang benar-benar digenjot kelengkapannya. Jika tidak, tentu Kota ini akan terus kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan dengan Kabupaten/Kota lainnya di NTB.(RED/AJ)

PENULIS : MUHFAD

Continue Reading

Berita

PRESIDEN JOKOWI MENEGASKAN PILKADA 9 DESEMBER 2020 MENDATANG MOMENTUM BARU DALAM PELAKSANAAN PILKADA

Published

on

By

WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Pilkada serentak akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang harus memenuhi dua hal.

Pertama, harus berjalan secara demokratis, luber (langsung, umum, bebas, rahasia) dan jurdil (jujur, adil).

Kedua, di tengah situasi pandemi seperti saat ini, keselamatan dan keamanan dari Covid-19 harus menjadi perhatian utama. Penerapan protokol kesehatan harus diterapkan secara konsisten untuk mencegah munculnya klaster penularan baru saat Pilkada serentak berlangsung.

Selain itu, penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi ini dapat menjadi sebuah momentum baru untuk melahirkan sekaligus menampilkan cara-cara dan terobosan baru dalam pelaksanaan Pilkada, baik dari sisi penyelenggara maupun pesertanya.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi pada hari ini Rabo, 5 Agustus 2020 di Jakarta. (Red/Aj)

Penulis : Boy Arsa

Continue Reading

Berita

Rakor “Sosialisasi dan Field Check ENC TSS Selat Lombok” Digelar Di Atas KRI Diponegoro

Published

on

By

WWW.JARRAKPOSMATARAM.COM, Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. dan Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. , didampingi Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Rachmad Jayadi dan Asops Koarmada II Kolonel Laut (P) Haris Bimo Bayu Seto menghadiri rapat koordinasi (Rakor) “Sosialisasi dan Field Check ENC TSS Selat Lombok” yang digelar di atas KRI Diponegoro-365, saat bertolak dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (4/8).

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar 5 jam itu, turut dilibatkan KRI Gulamah-869 hingga ke Selat Lombok yang terletak di jalur lalu lintas kapal yang dikategorikan sebagai ALKI II, merupakan jalur lalu lintas internasional yang memiliki kepadatan tinggi karena keberadaan kawasan wisata di sekitarnya. Berdasarkan data terakhir, rata-rata setiap tahunnya melintas lebih dari 33 ribu unit kapal dengan draft yang dalam tujuan Australia mengambil jalur Selat Lombok sebagai rute berlayar.

Dengan kepadatan lalu lintas laut di area ini, pemberlakuan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Lombok (sejak 1 Juli 2020) diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan bernavigasi bagi kapal-kapal yang berlayar di sepanjang alur tersebut. Bahkan telah dilaksanakan rangkaian kegiatan untuk mendukung kesiapan seluruh infrastruktur keselamatan navigasi, berupa rapat koordinasi (rakor) dan sejumlah kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah terkait bidang kemaritiman seperti, Kemenkomar, Kementerian Perhubungan, Bakamla, Polairud, Basarnas, KSOP dan TNI AL.

Setiap lembaga tersebut secara aktif menyiapkan diri demi suksesnya penerapan TSS di ALKI II Selat Lombok. Hal ini merupakan salah satu bentuk nyata dan peran aktif TNI AL dalam mengawal kepentingan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perairan ALKI II Selat Lombok.

Selain itu juga merupakan media TNI AL dalam hal ini Koarmada II sebagai pengampu wilayah perairan wilayah ALKI II dan Pushidrosal sebagai pembuat peta laut untuk memastikan produk peta laut yang digunakan oleh kapal-kapal yang berlayar di area ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kapushidrosal menyampaikan, penetapan TSS di perairan Selat Sunda dan Selat Lombok akan meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan navigasi pelayaran serta perlindungan lingkungan laut di sekitarnya.

“Selat Lombok adalah bagian dari empat choke-point yang terletak di Indonesia selain Selat Sunda, Selat Malaka dan Selat Makassar sebagai jalur pelayaran internasional dari sembilan choke-point yang ada dunia. Selain itu, keberadaan TSS akan mempermudah pemantauan lalu lintas pelayaran yang melewati dua dari sembilan choke-point dunia tersebut,” kata Kapushidrosal.

Sebelum diadopsinya TSS oleh IMO pada Sidang sesi ke-101 Maritime Safety Committee (10 Juni 2019), Pushidrosal telah mempersiapkan rencana penetapan TSS tersebut dengan melaksanakan survei hidrografi pada tahun 2016 hingga 2017 di Selat Sunda dan Selat Lombok. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kepulauan (archipelagic state) pertama di dunia yang memiliki bagan pemisahan alur laut atau TSS di alur laut kepulauan Indonesia.

Sebelumnya Indonesia bersama Malaysia dan Singapura telah memiliki TSS di Selat Malaka dan Selat Singapura, namun TSS di Selat Malaka dan Selat Singapura tersebut berbeda pengaturannya, karena dimiliki oleh tiga negara. Sementara untuk TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok hanya Indonesia yang memiliki wewenang untuk pengaturannya.

Kapushidrosal menambahkan bahwa, cakupan 100 persen dari survei hidrografi dilakukan untuk memberikan kategori ketelitian tinggi yang dibutuhkan untuk navigasi yaitu Category Zone of Confidence (CATZOC) serta mendukung kebutuhan data guna proses pengkajian dan desain TSS. Salah satu kajian yang disiapkan sebagai pra-syarat proposal ke IMO dibuat dalam bentuk analisis risiko TSS menggunakan IWRAP (IALA Water Risk Assessment Program) yang dilaksanakan oleh tim teknis delegasi Indonesia yang terdiri dari K/L terkait khususnya Ditjen Perhubungan Laut dan telah disetujui oleh IMO dhi Sub-Committee Navigation, Communication, Search and Rescue pada Januari 2019.

Terkait hal ini, Pangkoarmada II siap mendukung dengan menghadirkan beberapa kapal perang yang akan dioperasikan di sepanjang ALKI tersebut. Selain menggelar operasi penegakan kedaulatan dan operasi penegakan hukum serta memberikan rasa aman bagi mereka yang menggunakan jasa laut untuk transportasi.

“Kami hadir untuk mengamankan seluruh perairan yurisdiksi nasional, di mana Koarmada II wilayah kerjanya di Indonesia bagian tengah. Selain KRI juga akan dibackup beberapa kapal Angkatan Laut lainnya, mengingat jalur ALKI II ini cukup panjang dari Laut Sulawesi hingga Selat Lombok,” jelas Laksda Heru Kusmanto.

Turut hadir, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, SE, Ditopssurta Kolonel Laut (P) Haris Djoko Nugroho, MSi, Dispeta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana Pribadi, SH, MM, Disinfolahta Letkol Laut (KH) Stepanus H. Kristianto, SS, Disprodisi Lettu Laut (P) Satrio Tegas Wicaksono, BEng.

Termasuk, CEO dan GM Pelindo III Benoa diwakili Recky Julius Uruila (Manager Regional Pelayanan Kapal), Kadisnav Benoa Saham Amir Syarif, GM PT ASDP Padangbai diwakili Salim Tohari (Operator STC ASDP Padangbai), Ka KSOP Kelas II Benoa diwakili Mustajib (Kasi Syahbandar), Ka KSOP Kelas II Lembar HM Junaidin, Ka KSOP Kelas IV Padangbai diwakili Samuel, Ka Badan SAR Denpasar Gede Darmada, dan sejumlah pejabat terkait.

PENULIS : BENI
EDITOR : AJ

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakposmataram.com