Wednesday, 20 May 2020. 2:52 am
Berita

Meninggal di Bali, Pasien Positif Covid-19 Asal Lobar Dikremasi di Kampung Halaman

LOMBOK BARAT. Jarakposmataram – Kabar duka datang dari Desa Giri Tembesi Kecamatan Gerung Lobar. Pasalnya, seorang warga asal Desa Giri Tembesi meninggal dunia di Bali dan telah dinyatakan sebagai pasien dengan positif Covid-19.

Ironisnya, kabar yang bersangkutan positif Corona justru setelah tiba di kampung halamannya. Kabar tersebut tentu sangat tidak mengenakkan bagi keluarga NP yang diketahui meninggal di Rumah Sakit Dharma Yadnya setelah menjalani dua hari perawatan. NP diketahui meninggal dunia diperjalanan ketika hendak dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Bali.

Pasien yang meninggal itu sendiri sudah dikremasi pada Senin (18/5) pukul 02.00 dini hari di tanah kuburan kampung halaman NP.

Dari informasi yang diperoleh, keluarga korban tetap bersikeras membawa jenasah pulang ke kampung halaman, padahal saat itu hasil Swab belum keluar. “Dari pihak keluarga bersikeras untuk mengirim jenasah ke Lombok walaupun hasil lab belum keluar. Ketika jenasah sudah sampai di Lombok baru hasil lab keluar dan menyatakan bahwa almarhum positif Covid-19,” demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lobar Hj. Ni Made Ambaryati, Selasa (19/5).

Mendengar informasi yang menyatakan bahwa almarhum positif Covid-19, warga yang berada di kampung halaman NP pun panik dan geger. Pihak keluarga pun belum percaya bahwa almarhum positif Covid-19 karena korban belum sempat dirawat di RS Sanglah.

Diakui Ambaryati, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit Sanglah, dan memang dari penjelasan pihak Rumah Sakit Sanglah, keluarga pasien memang sangat ngotot meminta agar jenazah segara dipulangkan ke Lombok. “Walupun keluarganya tidak percaya, tetapi kami sudah terima hasil swab bahwa pasien positif,” jelasnya.

Kembali dijelaskan Ambaryati, memang sebelum dinyatakan positif, pasien sudah memiliki penyakit bawaan. Ada keluhan penyakit jantung, namun tetap saja dalam kondisi seperti itu harus menjalankan protokol kesehatan Covid-19 jika ada pasien yang meningkat.

Selasa siang, kata Ambar pihak dari Dinas Kesehatan langsung melakukan Rapid tes terhadap keluarga korban. Dari hasil rapid, ada sembilan anggota keluarga yang hasilnya reaktif, sehingga akan ditindaklanjuti dengan pelaksananaan swab. “Ada sembilan orang yang harus kita lakukan swab,” tegasnya.

Keberadaan pasien yang meninggal ini, Kata Ambar tidak masuk dalam data penambahan kasus di Kabupaten Lobar, karena kasus ini di temukan di luar daerah atau di Bali. (Dea/Agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *